Month: April 2018

Apr 04
2018

Facebook Minta Maaf Atas Skandal Pencurian Data di Facebook

Beberapa hari terakhir ini, publik di dunia dikejutkan dengan adanya kabar jika sebuah firma di Inggris, Cambridge Analityca telah menggunakan data pengguna Facebook untuk kepentingan pemilihan presiden Amerika yang memenangkan Trump. Akibat kasus ini, saham Facebook anjlok sebanyakUSD 6,06 miliar atau sebanding dengan Rp 83,3 triliun dalam kurun waktu satu hari saja. Bahkan ada yang mengatakan jika Facebook tinggal menunggu waktu untuk kepunahannya.

Permintaan Maaf Mark Zuckerberg

Apa yang telah dilakukan Facebook untuk mengembalikan kepercayaan penggunanya sepertinya masih belum maksimal. Ini memb uat Kepala Facebook Mark Zuckerberg mengeluarkan iklan satu halaman penuh di hampir semua surat kabar nasional di Inggris, Minggu, untuk meminta maaf atas skandal privasi data yang sangat besar. Mark memahami jika ini bukan perkara kecil dan harus segera diselesaikan sebelum menjadi bom waktu dimana Facebook akhirnya ditinggalkan oleh penggunanya.

Dalam iklan halaman belakang tersebut, tertulis kalimat “Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi informasi Anda.Jika kami tidak bisa, kami tidak layak mendapatkannya.”Selain itu, Zuckerberg juga menjelaskan adanya sebuah kuis yang dikembangkan oleh seorang peneliti universitas Cambridge – firma Cambridge Analytica tidak memiliki hubungan dengan Cambridge University – “yang membocorkan data pengguna Facebook sebanyak jutaan akun poker online atau orang pada tahun 2014 (pilpres Amerika)”.

Mark juga menyadari bahwa masalah kepercayaan adalah hal yang sangat krusial. Sepertinya, harus ada inovasi lebih untuk benar-benar membuat orang kembali percaya dengan Facebook.”Ini adalah pelanggaran kepercayaan, dan saya menyesal kami tidak melakukan lebih banyak pada saat itu.Kami sekarang mengambil langkah untuk memastikan ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Pernyataan itu mencerminkan pernyataan publik Zuckerberg yang dibuat pekan lalu setelah peristiwa itu mendorong penyelidikan segera dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat, dan membuat harga saham Facebook jatuh hingga trilunan rupiah.Tentu saja ini bukan kerugian dengan nominal yang sedikit.Bahkan, hingga berita ini diturunkan saham Facebook terus menurun.

Permasalahan yang Belum Selesai

Memang sulit untuk bisa membuat seseorang kembali percaya setelah keamanan datanya terancam.Ini membuat Zuckerberg mengulangi bahwa Facebook telah mengubah aturan sehingga tidak ada pelanggaran data yang bisa terjadi lagi.Hanya saja, tanggapan masyarakat berbeda-beda.Namun, jika dilihat dari data tentu saja ada penurunan pengguna maupun saham dari terjadinya peristiwa tersebut.

“Kami juga sedang menyelidiki setiap aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar data sebelum kami memperbaiki ini.Kami berharap ada yang lain,” tulisnya. Mark melanjutkan; “Dan ketika kami menemukannya, kami akan melarang mereka dan memberi tahu semua orang yang terkena dampak.” Langkah ini masih terus dilakukan untuk membuktikan bahwa Facebook aman.

Di dalam permintaan maaf Mark tersebut, tidak ada penyebutan perusahaan Inggris yang dituduh menggunakan data yakni Cambridge Analytica, yang bekerja pada kampanye Presiden AS Donald Trump 2016.Kejadian ini juga telah menyudutkan seorang peneliti Universitas Cambridge, Alexsandr Kogan, atas potensi pelanggaran aturan data.

Kogan mengatakan jika dia sudah menggunakan Facebook sesuai dengan standar yang ada.Pihak Facebook juga telah mengkonfirmasi jika Kogan memang tidak menyalahi peraturan atau standar Facebook dari menyebarkan sebuah aplikasi di Facebook, namun menurut Facebook menjual data kepada pihak ketiga merupakan pelanggaran.

Ya, sebelumnya diketahui jika Kogan membuat aplikasi kuis gaya hidup untuk Facebook yang kemudian diunduh oleh 270.000 orang, tetapi aplikasi tersebut ternyata memungkinkan akses ke puluhan juta kontak mereka. Facebook mengatakan Kogan telah melakukan pelanggaran sedangkan menurut Kogan dia dijadikan kambing hitam dalam peristiwa tersebut.

0 Comments
Read Full
Apr 01
2018

Rilis Juli 2019, Sekuel Spider-Man Bakal Tampilkan Osborn Corp?

Tiga film awal dari versi berbeda film Spider-Man tidaklah pernah mengalami kerugian. Sebut saja versi Tobey Maguire yang dirilis tahun 2002, dengan budget USD 139 juta sukses meraih USD 821,7 juta. Lalu versi Andrew Garfield yang dirilis 2012 meraih USD 757,9 juta dari budget USD 200-230 juta. Terakhir versi Tom Holland tahun 2017 yang merupakan film Spider-Man pertama masuk dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) meraih USD 880,2 juta dari budget USD 175 juta.

 

Raihan fantastis SPIDER-MAN: HOMECOMING seolah bukti bahwa MCU sukses membawa sang manusia laba-laba itu ke dalam cengkeraman dunia mereka. Tak butuh waktu lama, sekuelnya yang punya judul tentatif SPIDER-MAN: HOMECOMING 2 sudah siap memilih jadwal tayang pada 5 Juli 2019.

 

Sukses mengenalkan Vulture (Michael Keaton) sebagai musuh pertama Spider-Man di jagat MCU, kabarnya kini Marvel tengah melakukan proses casting mencari aktor atau aktris berusia 30-45 tahun dari semua etnis. Casting ini jelas membuat penggemar berspekulasi kalau MCU akan menampilkan Norman atau Emily Osborn sebagai calon musuh baru Holland.

 

Jika memang begitu, maka Osborn Corp tentu akan ditampilkan dalam MCU dan jelas bakal menyuguhkan persahabatan Peter dan Harry Osborn, putra Norman. Dalam dua versi film Spider-Man lainnya, karakter Harry diperankan bergantian oleh James Franco dan Dane DeHaan. Kedua versi itu menampilkan sosok Harry Osborn yang awalnya adalah sahabat Peter di bangku SMA dan malah berubah jadi salah satu musuh bebuyutannya, Green Goblin setelah Norman meninggal.

 

Bukannya Mary Jane, Gwen Stacy Yang Bakal Ditampilkan

 

Belum dipastikannya siapa yang jadi musuh Holland dalam SPIDER-MAN: HOMECOMING 2, kabar lain berhembus justru Marvel akan menampilkan sosok Gwen Stacy, alih-alih Mary Jane. Semua orang sudah tahu jika Mary Jane alias MJ adalah perempuan yang dicintai Parker sejak kecil. Sosok MJ muncul gemilang di trilogi Spider-Man versi Sam Raimi yang dimainkan oleh aktris cantik Kirsten Dunst.

 

Sementara itu dua installment THE AMAZING SPIDER-MAN memilih menghapus MJ yang awalnya bakal dimainkan Shailene Woodley dan malah mengenalkan pacar Parker saat SMA yakni si gadis cerdas Gwen Stacy. Diperankan oleh aktris peraih Oscar, Emma Stone, nasib Gwen justru berakhir di THE AMAZING SPIDER-MAN 2 (2014) karena tewas saat Spider-Man, Electro (Jamie Foxx) dan Green Goblin bertarung.

 

Kemungkinan hadirnya Gwen ini diperkuat karena Marvel memakai judul samaran FALL OF GEORGE selama syuting. Penggemar movie online pun mengaitkan judul produksi itu dengan karakter George Stacy, ayah dari Gwen. Karakter ini pernah muncul dalam THE AMAZING SPIDER-MAN (2012) yang diperankan oleh Denis Leary tapi akhirnya tewas oleh The Lizard (Rhys Ifans). Comicbook melansir bahwa kabarnya Gwen versi baru ini adalah murid pindahan dari negara lain.

 

Bakal Ada Aktor Spider-Man Lawas Bergabung?

 

Masih belum pastinya plot dan jajaran pemain dalam SPIDER-MAN: HOMECOMING 2, Express justru melaporkan kalau akan ada aktor dari trilogi awal versi Raimi akan kembali dalam sekuel MCU ini. Kabar paling ramai adalah kembalinya JK Simmons sebagai J Jonah Jameson, editor Daily Bugle tempat Parker bekerja sebagai fotografer lepas.

 

Dalam wawancaranya dengan BloomsMag, pemeran Jim Gordon dalam JUSTICE LEAGUE (2017) milik DCEU ini mengaku tak akan menolak jika dipercaya kembali jadi Jameson. Menurut Simmons, dia menikmati perannya kala itu. Apakah ini artinya dalam sekuelnya, Parker sudah lulus SMA?

 

0 Comments
Read Full