Pixel Lated Berita Bola Pejabat dipenjara Karena Presiden ‘Dikasari’ Ketika Main Bola

Pejabat dipenjara Karena Presiden ‘Dikasari’ Ketika Main Bola

0 Comment

Dua pejabat dikabarkan dipenjara karena adanya tuduhan ‘konspirasi melawan Presiden Burundi’. Dua pejabat tersebut adalah dua pejabat daerah yang akhrinya dijebloskan ke dalam penjara setelah Presiden Burundi yang ada di Kawasan Afrika Timur diduga mendapat perlakuan ‘kasar’ ketika bermain dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Presiden Sering Main Sepak Bola

Kisah ini mulanya muncul saat kesebelasan Haleluya FC yang bertanding melawan tim yang berasal dari Kota Kiremba (kota yang ada di bagian utara Burundi) tepatnya pada tanggal 3 Februari lalu. haleluya yang kala itu diperkuat oleh Presiden Pierre Nkurunziza yang merupakan penggemar berat Judi Bola dan juga penganut Kristen yang taat. Presiden Pierre Nkurunziza juga dikabarkan sering blusukan ke berbagai daerah yang ada di negaranya.

Tiap dirinya berpergian bersama dengan Haleluya FC ini, sang presiden tidak hanya membawa sepatu bola. Ia bahkan selalu membawa dan mengajak serta suatu paduan suara bernama Komeza Gusenga yang artinya Berdoa Tanpa Henti dalam bahasa Kirundi.

Biasanya jika sang presiden bermain bola, pihak lawan paham kalau mereka sedang berhadapan dengan presiden. Karena itu lah mereka tak bermain ngotot dan tidak jarang malah membiarkan Sang Presiden untuk mencetak gol.

Dugaan Konspirasi Terhadap Presiden Nkurunziza

Akan tetapi hal ini tidak terjadi saat ada pertandingan melawan Kiremba. Pertandingan ini bisa dibilang berbeda dari biasanya. Sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia, ada seorang saksi mata yang menuturukan kejadian ini kepada sebuah media berita. Tim Kiremba yang mana kebanyakan memiliki anggota pengungsi dari Kongo tersebut nampaknya tak tahu mereka bermain dengan presiden Burundi. Oleh karena itu, mereka menyerang “setiap kali ia menguasai bola dan membuatnya jatuh bahkan beberapa kali.”

Hasilnya, pemimpin daerah Kiremba, yakni Cyriaque Nkezabahizi dan juga asistennya, Michel Mutama, akhirnya dipenjara pada hari Kamis (01/03). Mengutip sumber pengadilan, dilaporkan bahwa dua sosok tersebut akhirnya ditangkap, diamankan dan kemudian dipenjara, atas tuduhan adanya “konspirasi melawan presiden.”

Rekam jejak dari Nkurunziza ini tak bisa dibilang bersih begitu saja. Pada tahun 2017 kemarin, sang presiden bersama dengan pemerintahannya, disebut di dalam laporan PBB yang mana menyebutkan ada bukti yang sangat kuat telah terjadi sebuah kejahatan pada kemanusiaan di Burundi.

Laporan tersebut menguak adanya keterlibatan pasukan pemerintah dan juga kelompok-kelompok oposisi dalam pembunuhan, pemerkosaan dan juga penyiksaan setelah aksi kekerasan yang berlangsung pada tahun 2015. Rangkaian peristiwa tersebut pasalnya dipicu setelah Nakurunziza memutuskan untuk kembali mencalonkan diri untuk yang ketiga kalinya sebagai presiden. Belakangan ini ia kembali dipilih dalam pemilihan umum yang mana diboikot oleh kubu oposisi.

Keputusannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden untuk ketiga kalinya ini juga memicu reaksi dari sejumlah pihak. misalnya saja Kedubes AS pada tahun 2015 silam mendesak secara terus menerus sang presiden untuk tidak mencalonkan diri untuk ketiga kalinya. Kedubes AS yang ada di Burundi pasalnya mengatakan bahwa ia terus mendesak Presiden Nkurunziza untuk membatalkan usahanya untuk menjadi presiden yang ketiga kalinya.

Kedubes AS juga mengatakan bahwa rencana sang presiden itu akan melanggar kesepakatan yang mana mengakhiri kekerasan yang ada di Burundi. Dan keputusan tersebut bisa membahayakan stabilitas yang dicapai dengan susah payah oleh negara tersebut setelah perang saudara tragis yang terjadi di negate tersebut. namun tetap saja sang presiden terus maju sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *